Rabu, 26 Juli 2017

Pengaruh Ketinggian Air Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Ipomea reptans poir


A.    Latar Belakang
Kangkung, juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Pair l. Merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran. Kangkung sangat mudah ditemukan dimana saja terutama di kawasan berair. Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kangkung masih kurang dikarenakan kondisi iklim yang tidak menentu seperti musim hujan dan kemarau, hal ini menyebabkan banyak petani yang sulit mempertahankan tanamannya agar tetap tumbuh subur, akhirnya terjadilah gagal panen. Salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan yaitu adanya air. Oleh karena itu, kami memilih melakukan penelitian dengan menggunakan bibit kangkung sebagai objek penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh air terhadap pertumbuhan pada bibit kangkung. Baik pada kangkung yang berada dalam keadaan terendam air, yang cukup air, dan tanpa air.
B.     Tujuan Penelitian
   Untuk mengetahui pengaruh volume dan ketinggian air terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kangkung .

C.     Hipotesis
   Menurut kami, pada bibit kangkung yang tertanam pada media tanam tanpa air, biji  tidak akan tumbuh.  pada bibit kangkug yang tertanam pada media tanam yang cukup air, bibit kangkung akan tumbuh. dan Pada kangkung yang tertanam pada media tanam yang kelebihan air, biji akan membusuk.

D.    Metode Penelitian
·         Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti 15 gelas aqua, 75 biji kangkung, tanah bakar ½ kg, serta air.
·         Memberi label pada masing-masing gelas plastik, dengan label A, B dan C.
·         Masing-masing gelas aqua diisi tanah sekitar ½  gelas kemudian ditabur benih masing-masing 5 biji,  setiap wadah akan disiram dengan air secukupnya.
·        Meletakkan semua gelas plastik pada tempat yang terkena cahaya matahari dengan intensitas yang sama.
·   Setelah 7  hari kangkung mulai tumbuh, kami akan melakukan penyiraman kangkung dengan ketinggian yang berbeda.
·        Perlakuan penyiraman air pada gelas A tidak di rendam air, gelas B di rendam air sebanyak 30 ml, dan gelas C di rendam air sebanyak 50 ml.
·         Penyiraman tersebut dilakukan setiap hari
·         Hal-hal yang diamati yaitu ketinggian kangkung
·         Rentang waktu pengamatan yaitu 3 hari sekali





Tidak ada komentar:

Posting Komentar